Taman Bintang Samudra ( TBS )berawal dari kerinduan Keluarga Bapak Eddijanto Harlijanto dan Ibu Hiliana Harlijanto untuk menyediakan tempat yang tenang untuk berhenti sejenak dari kesibukan dan menemukan kembali kedamaian dalam dirinya. Pembangunan TBS berada di bawah naungan Yayasan Bangka Agro Lestari, dengan Thomas Jusman sebagai Ketua Yayasan dan Eddijanto Harlijanto sebagai Ketua Dewan Pembina.
Awalnya, taman ini bernama Taman Stella Maris Bintang Laut. Nama tersebut berasal dari gelar kuno Bunda Maria dalam tradisi Katolik. Stella Maris berarti “Bintang Laut”, yang memiliki makna sebagai bintang penuntun bagi manusia dalam menjalani perjalanan hidup.
Seiring berkembangnya konsep taman, namanya diubah menjadi Taman Bintang Samudra. Nama ini menggambarkan kehidupan manusia seperti perjalanan di tengah samudra yang luas. Dalam perjalanan tersebut, setiap orang membutuhkan arah dan tuntunan agar dapat menemukan makna hidup, kebenaran, dan kedamaian.
Walaupun memiliki dasar spiritualitas Katolik, Taman Bintang Samudra dirancang sebagai tempat yang terbuka untuk semua orang. Pengunjung tidak dibatasi oleh agama, suku, ras, maupun budaya. Taman ini dapat menjadi tempat untuk menenangkan pikiran, melakukan refleksi diri, menikmati keindahan alam, serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan diri sendiri, sesama, alam, dan Sang Pencipta.
Singkatnya, Taman Bintang Samudra adalah tempat untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merenungkan kehidupan, dan menemukan kembali ketenangan serta arah dalam perjalanan hidup.